YMC Kerja Sama LP3ES Gelar Pelatihan Riset, Pemuda Dalam Menganalisis Sumber Konflik

YMC Kerja Sama LP3ES Gelar Pelatihan Riset, Pemuda Dalam Menganalisis Sumber Konflik

JURNALPOST.COM, MAKASSAR — Yayasan Masagena Center (YMC), kerja sama Lembaga Penelitian Pendidikan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) mengelar pelatihan riset bagi pemuda dalam menganalisis sumber konflik. Dilaksanakan di Hotel Maxone Jalan Pahlawan Makassar, dari Selasa-kamis 19-21 Desember 2017. Salah satu pelaksana kegiatan tersebut  Samsang (Direktur Eksekutif YMC) Menjelaskan, bahwa kegiatan ini dilaksanakan karena salah faktor penting yang menghambat demokrasi di Indonesia adalah adanya konflik. Dalam kebanyakan kasus, konflik melibatkan kaum muda baik sebagai korban ataupun…

Read More

LP3ES Tingkatkan Riset Pemuda dalam Menganalisis Sumber Konflik

POROSMAJU.COM, MAKASSAR — Yayasan Masagena Center (YMC) bekerja sama dengan Lembaga Penelitian Pendidikan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) mengelar Pelatihan Riset bagi Pemuda dalam Menganalisis Sumber Konflik. Pelatihan ini dilaksanakan di Hotel MaxoneMakassar, Selasa–Kamis, 19–21 Desember 2017. Direktur Eksekutif YMC, Samsang, menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan karena salah faktor penting yang menghambat demokrasi di Indonesia adalah adanya konflik. Dalam kebanyakan kasus, ungkap Samsang, konflik melibatkan kaum muda, baik sebagai korban atau pun pelaku. Survei LP3ES pada…

Read More

Minimalisir Potensi Konflik lewat Development of Youth Network for Conflict Prevention

MERCURIUS TOP FM, Makassar – Yayasan Masagena Centre mengadakan kegiatan Pemberdayaan Pemuda dalam membangun Demokrasi Tanpa Kekerasan yang bertujuan pada pembentukan jaringan pemuda untuk pencegahan dan penyelesaia konflik, di Hotel LYNT Makassar,  Kamis (23/11/2017). Kegiatan ini berfokus pada pengurangan konflik kekerasan dan konsolidasi demokrasi di Indonesia dengan menekankan pada peringatan dini konflik pemuda dengan kekerasan dan perdamaian yang berbasis aplikasi. Kegiatan ini sendiri di laksanakan di tiga kota di Indonesia, dengan penyelenggaran LP3ES di Jakarta,…

Read More

Konflik Kepemudaan, Ini Hasil Survey Masagena

Kegiatan pemberdayaan pemuda dalam rangka pengembangan Demokrasi tanpa kekerasan yang di lakukan di tiga Kota secara bersamaan pada tanggal 6-11 Juni 2017 lalu yang melibatkan sekitar 100 responden di tiap daerah yang di fasilitasi oleh Lembaga UNDEF. Pada kegiatan tersebut dilaksanakan oleh LP3ES di Jakarta, Yayasan Masagena di Makassar, dan Ilalang di Papua. Ketua Yayasan Masagena menjelaskan bahwa “perkembangan konflik yang ada di Makassar merupakan konflik pemuda, sedanfkan yang menjadi pemicu pada konflik tersebut atas…

Read More

Pemuda untuk demokrasi tanpa kekerasan dibentuk

Jayapura, Jubi – Program pemuda untuk demokrasi tanpa kekerasan dibentuk oleh Institut toleransi keberagaman dan pelestarian lingkungan (Ilalang). Terbentuknya organisasi itu sebagai  kelanjutan survey program pengembangan pemuda mencegah konflik di Tanah Papua. “Ilalang bersama lP3ES bekerja sama dengan penggalang Papua dan Massagena Center, Makassar, mengimpletasikan program berjudul penguatan pemuda untuk pembangunan demokrasi tanpa kekerasan demokrasi,” kata Koordinator Institut toleransi keberagaman dan pelestarian lingkungan (Ilalang) Hardin Halidin, kepada wartawan, kamis (16/11/2017). Menurut Hardin, program itu mentargetkan…

Read More

Waspadai Politisasi Rohingya oleh Kelompok Radikal

Waspadai Politisasi Rohingya oleh Kelompok Radikal

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Peneliti Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai politisasi yang dilakukan oleh kelompok radikal atas krisis kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya di Myanmar yang dapat memicu konflik di dalam negeri. Apalagi, kata peneliti LP3ES Adnan Anwar di Jakarta, Kamis (7/9), krisis etnis Rohingya di Myanmar itu dibumbui isu agama yang sangat sensitif. “Kita harus bisa mendudukkan persoalan masalah etnis Rohingya dengan cermat. Jangan serta merta disimpulkan…

Read More

Implementasi Nawacita Belum Wujudkan Kesejahteraan Sosial

Implementasi Nawacita Belum Wujudkan Kesejahteraan Sosial

Implementasi Nawacita pemerintah saat ini untuk pembangunan daerah dianggap belum bisa memberikan kesejahteraan sosial. Sebab, adanya eksploitasi sumber daya alam (SDA) daerah pinggiran untuk kepentingan pihak swasta dan asing menjadikan Indonesia sebagai negara ‘centeng’. Demikian dikatakan Ketua perhimpunan Lembaga Penelitian, Pendidikan, Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Prof Dawam Raharjo, pada acara simposium regional yang digelar Yayasan Bitra Indonesia Medan, dengan tema mewujudkan Indonesia sejahtera dan implementasi nawacita, di Hotel Grand Serela, Selasa (9/8). Ia mengatakan…

Read More

Peneliti LP3ES: Idul Fitri di Indonesia Dicontoh Negara Lain

Peneliti LP3ES: Idul Fitri di Indonesia Dicontoh   Negara Lain

JAKARTA – Perayaan hari raya Idulfitri atau Lebaran sejatinya harus digunakan untuk mempersatukan diri dari berbagai macam perpecahan yang terjadi selama ini. Bukan mengumbar aksi kekerasan seperti aksi bom bunuh diri di Mapolres Solo, juga bom-bom lain menjelang Idulfitri di Masjid Nabawi, Baghdad, dan Bandara Istanbul. “Di Indonesia momentum perayaan hari raya Idulfitri menunjukkan adanya persatuan antara keluarga, kerabat, kampung, negara dan juga agama. Jadi jangan Idulfitri dijadikan momentum untuk mengajarkan kekerasan ataupun perpecahan antarsesama…

Read More

Mayoritas Pemilih Ingin Gunakan Haknya di Pilkada Serentak 2015

Mayoritas Pemilih Ingin Gunakan Haknya di Pilkada Serentak 2015

Jakarta – Jelang pemungutan suara 9 Desember 2015, Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) melakukan survei tentang “Kualitas Persiapan Pemilukada 2015″ di enam kota besar, yaitu Medan, Semarang, Surabaya, Banjarmasin, Manado dan Denpasar. “Tujuan survei ini adalah untuk mengetahui kesiapan menghadapi Pemilukada baik dari penyelenggara maupun dari pemilih,” ujar peneliti LP3ES, Erfan Maryono, di Kantor LP3ES, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (7/12). Survei ini menggunakan metode telepolling dengan jumlah sample 600 responden…

Read More