Badan Ketahanan Pangan Susun Peta Kerentanan Pangan

Badan Ketahanan Pangan Susun Peta Kerentanan Pangan

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR — Mengantisipasi terjadinya kerentanan dan kerawanan pangan, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian menyusun Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (FSVA). FSVA diharapkan jadi alat bantu penetapan kebijakan pangan. Kepala BKP Agung Hendriadi menyatakan, untuk antisipasi persoalan rawan pangan dan gizi buruk harus didukung informasi ketahanan pangan yang akurat, komprehensif, dan tertata dengan baik. Sehingga dapat dilakukan penanganan yang tepat untuk daerah yang mengalami kerentanan pangan. Menurut Agung, FSVA sangat membantu karena sesuai dengan…

Read More

Jonan Optimistis Harga Listrik Energi Terbarukan Makin Murah

Jonan Optimistis Harga Listrik Energi Terbarukan Makin Murah

Jakarta – Tantangan pemerintah dalam memanfaatkan energi terbarukan kerap muncul dari harga jualnya yang sulit bersaing dengan energi konvensional. Padahal energi terbarukan penting untuk menjaga ketahanan energi di masa mendatang. Meski demikian, Menteri ESDM Ignasius Jonan optimistis harga energi terbarukan di masa mendatang bisa lebih kompetitif. Hal tersebut dibuktikan dengan harga jual pembangkit listrik tenaga arus laut di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang akhirnya bisa turun ke angka US$ 7,18 sen/kWh dari yang tadinya ditawarkan…

Read More

Waspadai Politisasi Rohingya oleh Kelompok Radikal

Waspadai Politisasi Rohingya oleh Kelompok Radikal

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Peneliti Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai politisasi yang dilakukan oleh kelompok radikal atas krisis kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya di Myanmar yang dapat memicu konflik di dalam negeri. Apalagi, kata peneliti LP3ES Adnan Anwar di Jakarta, Kamis (7/9), krisis etnis Rohingya di Myanmar itu dibumbui isu agama yang sangat sensitif. “Kita harus bisa mendudukkan persoalan masalah etnis Rohingya dengan cermat. Jangan serta merta disimpulkan…

Read More

Implementasi Nawacita Belum Wujudkan Kesejahteraan Sosial

Implementasi Nawacita Belum Wujudkan Kesejahteraan Sosial

Implementasi Nawacita pemerintah saat ini untuk pembangunan daerah dianggap belum bisa memberikan kesejahteraan sosial. Sebab, adanya eksploitasi sumber daya alam (SDA) daerah pinggiran untuk kepentingan pihak swasta dan asing menjadikan Indonesia sebagai negara ‘centeng’. Demikian dikatakan Ketua perhimpunan Lembaga Penelitian, Pendidikan, Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Prof Dawam Raharjo, pada acara simposium regional yang digelar Yayasan Bitra Indonesia Medan, dengan tema mewujudkan Indonesia sejahtera dan implementasi nawacita, di Hotel Grand Serela, Selasa (9/8). Ia mengatakan…

Read More

Peneliti LP3ES: Idul Fitri di Indonesia Dicontoh Negara Lain

Peneliti LP3ES: Idul Fitri di Indonesia Dicontoh   Negara Lain

JAKARTA – Perayaan hari raya Idulfitri atau Lebaran sejatinya harus digunakan untuk mempersatukan diri dari berbagai macam perpecahan yang terjadi selama ini. Bukan mengumbar aksi kekerasan seperti aksi bom bunuh diri di Mapolres Solo, juga bom-bom lain menjelang Idulfitri di Masjid Nabawi, Baghdad, dan Bandara Istanbul. “Di Indonesia momentum perayaan hari raya Idulfitri menunjukkan adanya persatuan antara keluarga, kerabat, kampung, negara dan juga agama. Jadi jangan Idulfitri dijadikan momentum untuk mengajarkan kekerasan ataupun perpecahan antarsesama…

Read More

Mayoritas Pemilih Ingin Gunakan Haknya di Pilkada Serentak 2015

Mayoritas Pemilih Ingin Gunakan Haknya di Pilkada Serentak 2015

Jakarta – Jelang pemungutan suara 9 Desember 2015, Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) melakukan survei tentang “Kualitas Persiapan Pemilukada 2015” di enam kota besar, yaitu Medan, Semarang, Surabaya, Banjarmasin, Manado dan Denpasar. “Tujuan survei ini adalah untuk mengetahui kesiapan menghadapi Pemilukada baik dari penyelenggara maupun dari pemilih,” ujar peneliti LP3ES, Erfan Maryono, di Kantor LP3ES, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (7/12). Survei ini menggunakan metode telepolling dengan jumlah sample 600 responden…

Read More

Panen, Harga Gabah di Indramayu Masih Mahal

Panen, Harga Gabah di Indramayu Masih Mahal

Cirebon – Harga gabah dari awal panen hingga memasuki puncaknya saat ini tak kunjung mengalami penurunan. Bulog pun masih kesulitan menyerap gabah dari petani. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris KTNA Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Sutatang, Senin 20 April 2015. “Saat Presiden Joko Widodo melakukan panen di Gabuswetan beberapa waktu lalu, panen di Indramayu baru 25 persen,” kata Sutatang. Saat itu harga gabah kering panen (GKP) terendah yaitu jenis kebo masih dalam kisaran Rp 3.700 hingga Rp…

Read More

Harga Beras Naik 30%, Pedagang: Bukan Naik Lagi Tapi Darurat!

Harga Beras Naik 30%, Pedagang: Bukan Naik Lagi Tapi Darurat!

Jakarta – Harga beras di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur mengalami lonjakan signifikan. Lonjakan harga terjadi sejak tanggal 9 Februari 2015 hingga hari ini 19 Februari 2015 secara bertahap. Maka tidak heran hal ini membuat pedagang khawatir. “Bukan naik lagi, krisis dan darurat,” ungkap Billy Haryanto salah seorang pedagang beras Pasar Induk Cipinang kepada detikFinance, Kamis (19/2/2015). Billy juga menyebut kenaikan harga beras hingga 30% baru pertama kali terjadi. Ini menjadi pekerjaan rumah yang cukup…

Read More

Menperin Saleh Husin Wacanakan Pembangkit Listrik Pakai Thorium

Menperin Saleh Husin Wacanakan Pembangkit Listrik Pakai Thorium

Jakarta -Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin mewacanakan pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) non uranium. Pembangkit listrik baru yang layak dipertimbangkan adalah PLTN yang menggunakan unsur thorium atau ‘nuklir hijau’. Saleh mengatakan kebutuhan industri di dalam negeri terhadap energi khususnya listrik makin tinggi. Sehingga perlu ada upaya penyediaan listrik yang cukup dan murah agar Indonesia bisa berdaya saing. “Kita didatangi teman-teman dari energi, salah satunya adalah bahan baku thorium di Babel (Bangka Belitung), bangun energi…

Read More

Publik Inginkan Caleg Serius Tangani Isu Kerusakan Lingkungan

Publik Inginkan Caleg Serius Tangani Isu Kerusakan Lingkungan

Jakarta – Menjelang berlangsungnya penyelenggaraan Pemilu Legislatif 2014, dan fakta berlanjutnya kerusakan lingkungan di Indonesia, sebuah kajian yang dirilis hari ini (10/2) oleh WWF Indonesia berkerjasama dengan LP3ES (Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial) menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat (95,7% dari responden survey) menyatakan bahwa wakil rakyat yang akan duduk di kursi legislatif mendatang perlu serius menangani isu kerusakan lingkungan di Indonesia. Kajian berjudul “Survey Persepsi Masyarakat Terhadap Isu Lingkungan dan Preferensi Partai…

Read More
1 2