PROGRAM

Kajian Demokrasi dan Riset

Sejarah kegiatan penelitian di LP3ES bisa dilacak ke periode paling awal, disaat organisasi ini berdiri. Para pendiri LP3ES adalah sejumlah tokoh akademisi yang sangat besar perhatiannya pada kegiatan itu, diantara mereka adalah Emil Salim, Nono Anwar Makarim, Ismid Hadad, Dorojatun Kuntjoro Jakti dan Satria B. Joedono.

Mereka menekankan perlu adanya pemikiran pembangunan alternatif yang berbeda dengan pemikiran yang didukung pemerintah. Seiring dengan perjalanannya menghantarkan LP3ES pada riset-riset yang relevan untuk melakukan perubahan sosial. Dan ini sangat  berguna untuk mengidentifikasi berbagai konsep pembangunan  yang saat itu lebih menitik beratkan aspek pertumbuhan. Salah satu karya nyata dari hasil riset LP3ES yang diakomodasi pemerintah adalah lahirnya Badan Perencana Pembangunan Daerah.

Namun demikian,apa yang dilakukan LP3ES kemudian lebih bervariasi. Di awal tahun 90-an LP3ES juga mengembangkan penelitian kuantitatif, termasuk di bidang ini adalah survei pendapat umum (polling) dan survei lainnya dengan sample besar. Sejak itu LP3ES secara rutin mengadakan survei pengumpulan pendapat umum (public opinion polls) tentang beragam topik mencakup sosial, politik dan budaya.

Sejak awal dasawarsa 1990-an, tepatnya 1992, LP3ES mendirikan CESDA (Center for the Study of  Democracy and Development), yang secara khusus melaksanakan program pengembangan demokrasi dan hak-hak asasi manusia. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan mencakup antara lain serangkaian survai pengumpulan pendapat umum, diskusi dan seminar yang berhubungan dengan isu-isu strategis demokratisasi dan perlindungan HAM, pemberdayaan kelembagaan demokrasi seperti pers dan polling media.

Dalam rangka mendorong proses transisi ke demokrasi, yang gejalanya sudah muncul sejak awal dasawarsa 90-an, LP3ES berperan dalam memberikan dukungan ke berbagai kegiatan NGO lokal seperti pendidikan kewarganegaraan (civic education), advokasi dan kampanye hak-hak sipil dan politik, hak-hak kaum perempuan dan kesetaraan gender, lingkungan hidup, termasuk pendidikan pemilih (voter education) dan pemantauan pemilu.

Pengembangan dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Ketika model pembangunan alternatif diperkenalkan pada akhir 1970-an dan awal 1980-an, LP3ES mulai memberi perhatian pada pengembangan sektor ekonomi skala kecil. Di wilayah perkotaan, pengembangan ekonomi skala kecil dan sektor informal dilakukan dengan mengembangkan sentra-sentra industri kecil, memberikan dampingan manajemen usaha kecil, pelatihan wirausaha, dan fasilitasi pemasaran produk-produk usaha kecil. Di wilayah pedesaan, dilakukan melalui program pengembangan sosial ekonomi melalui pesantren, dengan mengembangkan usaha-usaha ekonomi masyarakat sekitar pesantren, maupun melalui koperasi-koperasi pesantren. Strategi dan pendekatan yang digunakan di dalam pengembangan ekonomi kerakyatan baik yang di perkotaan maupun di pedesaan bertumpu pada tiga strategi utama, yaitu (a) memperkuat sumber daya manusia, (b) memperkuat kelembagaan dan otoritas komunitas, dan (b) membangun skema kridit mikro yang dapat diakses oleh komunitas miskin (rakyat).

Penerbitan.

Sejak LP3ES didirikan, kegiatan di bidang penerbitan merupakan salah satu fungsi pokok dari lembaga ini. Misi dari kegiatan ini adalah menyelenggarakan penerbitan buku dan bahan bacaan untuk mengisi kebutuhan akan informasi, pengetahuan dan pendidikan di bidang sosial dan ekonomi bagi kaum muda, khususnya mahasiswa dan cendekiawan muda Indonesia.

Dua produk yang menjadi tonggak awal kegiatan penerbitan LP3ES adalah jurnal ilmiah populer Prisma dan buku-buku teks untuk perguruan tinggi. Selama lebih dari 30 tahun, jurnal Prisma dikenal sebagai media yang membuka wacana dan mendalami masalah-masalah yang menyentuh realitas perkembangan sosial dan ekonomi di Tanah Air.

Penerbitan buku teks ditekankan pada buku-buku yang ditulis khusus oleh sarjana Indonesia dengan menggunakan latar belakang dan kerangka masalah Indonesia; atau buku-buku saduran karya sarjana asing dengan penambahan kasus dan data Indonesia.

LP3ES tergolong perintis buku-buku kajian kritis di bidang ekonomi dan sosial serta humaniora, baik yang berkaitan dengan Indonesia maupun tentang ilmu pengetahuan universal. Buku-buku jenis ini, karya asli atau terjemahan, yang berasal dari hasil studi, tesis, disertasi, atau berbentuk kumpulan karangan, dimaksudkan untuk memberikan pencerahan dan membuka perspektif baru dalam pengembangan pengetahuan dan pemecahan masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia.